Minggu, 28 Juni 2009

suka-suka

halo kamu di sana . apa kamu bisa mendengarku ? aku berharap kamu bisa . karena aku tidak tahu kapan lagi aku bisa mengucapkan hal ini . siapa tahu sedetik setelah aku mengucapkannya, seekor kodok melompat masuk ke dalam tenggorokanku sehingga aku tidak dapat berbicara lagi . atau seorang penyihir jahat menawarkan untuk menukar suaraku selama semenit dengan mesin waktu . dan saat aku mengiyakan, ia ternyata mengambil suaraku untuk selamanya tanpa memberikanku mesin waktu .

lho ? kenapa kamu jadi memandangku seperti itu ? hey, aku bukan akan mengucapkan sesuatu yang membosankan seperti sales panci . dan aku juga bukan akan mengatakan sesuatu yang menyebalkan seperti jerawat di pipimu . kenapa kamu menatapku seperti itu ? hey ... kenapa sih ??

baiklah, aku akan pergi .

lho, kok kau malah menahanku ? hah ? kau mau mendengar apa yang ingin kubicarakan ? mengapa baru sekarang kau bilang ingin mendengarnya ? lalu untuk apa semua tatapanmu tadi ? ketahuilah, tatapanmu MENYEBALKAN !

kau sekarang membujukku supaya tidak marah . mengapa aku tidak boleh marah ? apa aku tidak boleh kesal karena sebuah tatapan yang menghakimi ? apa ? jadi sekarang kau pikir aku kekanak-kanakkan . karena aku marah hanya pada sebuah tatapan . kau bilang kau tak bermaksud begitu . menghakimi atau entah istilah apalah yang kupakai . aku yang berpikir terlalu jauh .

hentikan ! kalau aku berkata aku kesal karena tatapanmu, apa kau tidak setuju ? lagipula, aku hanya berkata aku kesal . kenapa kau jadi berkata aku marah ? marah dan kesal adalah hal yang berbeda . apa kau tidak tahu ? BODOH .

*sigh
aku jadi menyesal ingin mengajakmu berbicara . aduh, apa sih ? jangan pegang-pegang ! apa ? aku masih belum membicarakan hal yang tadi ingin ku sampaikan ? maaf yaa, tidak jadi !

lho, masih maksa juga ! apa ? kenapa aku boleh tidak jadi memberitahumu ? satu lagi ? kenapa aku boleh kesal kepadamu karena hal sepele ? apa ? aku tidak boleh begitu ? baiklah, kalau kamu benar-benar ingin kuberitahu tentang sesuatu . bukan, ini bukan yang tadinya ingin kukatakan . tapi kurasa, ini lebih baik dan cocok untukku dan untukmu sekarang .

tadi pagi, seorang kawan baik yang mengingatkanku akan hal ini ... dan akan kukatakan kepadamu sebagai alasan atas semuanya . atas kenapa aku boleh kesal kepadamu dan kenapa aku boleh tidak jadi memberitahumu .


SUKA-SUKA GUE !