sepertinya gw sedang dalam bijak mode on . oh mungkin karena bokap gw yang lagi berada di samping gw sambil mengawasi apa yang gw kerjakan dengan lappy ini .. oops, dia pergi . tingkat kesadaran bijak gw langsung menurun :D
kali ini, topik yang gw angkat adalah pengaruh . apa kalian memiliki orang-orang yang bisa memberi pengaruh dalam hidup kalian ? setidaknya keluarga dan orang yang disukai lah ya . tetapi apakah kalian menyadari bahwa kalian juga memiliki pengaruh dalam hidup orang lain ?
dalam kegiatan mpa (sejenis mos kampus) jurusan, gw didaulat menjadi sie kedisiplinan . aslinya, seksi marah2 . hari kamis kemarin kami mengadakan briefing dengan para maba (mahasiswa baru) . acaranya perkenalan panitia, pemberitahuan tugas dan tatib mpa dan juga pelatihan yel yel . sejak dari awal, sie kedisiplinan ini sudah *berusaha* menciptakan suasana tegang *yang tampaknya agak efektif* . mulai dari saat pemilihan ketua angkatan, digunakan nada dingin *gw, kak utari* maupun nada jutek *kak damay* atau nada mengintimidasi *icha* . puncaknya saat pelatihan yel-yel .
gw sedang berjalan-jalan sambil mengawasi latihan yelyel yang agak tidak bersemangat itu . hingga samapailah gw di barisan paling depan, dan bertemu muka dengan seorang maba yang sudah agak 'famous' karena kesombongannya saat wawancara bem jurusan . gw sebenarnya tidak mau ambil pusing kalau dia sombong, well here is jakarta so it's so common . tapi si anak ini gerakannya ga bersemangat dan ga nyanyi pula . alhasil, gerakan teman2 di belakang si doi ini juga ikut2an ancur . gw liatin, dan di situ gw bentak yang kalau ga salah, " kamu ! kenapa gerakannya masih jelek banget begitu ! sudah di paling depan .. diperhatikan tidak saat diberi contoh ?!"
anak itu diam mematung . ga mematung deng, karena abis itu gw liat dia jadi agak 'trembling' gitu . pikir gw, wah wah bahaya nih .. akhirnya gw kasi alesan dengan nada yang gw lunakkan, "kamu itu ada di paling depan . tunjukkan gerakan yang terbaik . teman2 kamu yang di belakang mencontoh kamu, paham ?" baru di situ dia agak 'sadar' dan sedikit menyantai, terus bisa jawab iya .
kita punya pengaruh . kata2 yang kita keluarkan punya pengaruh . terutama, kepada mereka yang menganggap kita kakak atau senior mereka . ketika gw main2 ke ekskul paskib di sma, gw ketemu denga para junior gw . mereka nanya gw kuliah di mana dan gw jawab di unj dengan nada kasual, karena gw tau itu unj tidak seprestisius ui misalnya, walau gw sendiri bukan tipe yang ambil pusing dengan hal seperti itu . tetapi mereka menatap gw dengan takjub karena gw berhasil masuk universitas negeri, dan kemudian asyik menanyakan di mana gw les dulu, gw dapat bocoran dari mana, blablabla .
ada juga teman gw, yang juga menganggap gw kakak, dan sepertinya bisa menelan mentah2 saran, kritikan atau pujian saat ia 'agak' tertekan . dan kita semua punya pengaruh itu kepada orang lain, tetapi kita dan orang itu belum tentu menyadarinya . setelah gw menyadari pengaruh ini, gw merasakan juga beratnya tanggung jawab yang harus diterima . tapi di situlah letak kedewasaan yang sesungguhnya diuji . bukan dari banyaknya orang yang menerima pengaruh, tetapi bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan pengaruh itu .
well well well .. kayaknya gw sedang dalam sotoy mode . honestly, gw sudah pusing selama 3 hari belakangan ini .. :)
jadi mohon maaf kalau postingan agak sotoy dan sangat tidak sesuai kenyataan .. di mana di sini saya seolah2 sangat bijak padahal tidak ...*bow
tetapi sampai jumpa di postingan sotoy berikutnya ! :D
xoxo