Senin, 23 Februari 2015

drama konsul

*uget uget*

hari ini indah! hohoho*ketawa ala abis konsul*
yep, gue mau pamer dong, udah abis konsul...which is awesome, because it really is mind opening. ngga percuma gue buru-buru ngumpulin revisi yang sebenarnya memang sangat sampah itu. at least, beliau jadi masih appreciate gue untuk tetep mau jadi dospem. yippie!
sebenernya, seharusnya gue konsul dengan 2 dosen sekaligus hari ini. frau agustin dan frau aji udah sma-sama ngasih hari yaitu selasa. as usual, frau agustin ngga bilang untuk jamber, sedang as usual, frau aji bilang untuk pagi. truthfully, gue lupa denger frau aji bilang untuk dateng jam setengah sembilan, sembilan, atau sepuluh. bah, kalo liat personality frau aji, seharusnya jam setengah sembilan. tapi gue meyakinkan diri, engga, itu jam sembilan. lucky me, beliau ga inget jamber, dan dengan tenang hati menyilakan gue konsul. fuhh.

konsul bersama frau aji is always nerve wracking. she is the professor i respected the most, because she was effin' clever. besides, she got the sharpest gaze ever. she asked me detailed question with that gaze of her, looking at me impassively as I tried to scratch the answer from my brain. it was kind of difficult, because i used to understand almost nothing about my own writing. yeah, used to. i got it now, you know ;)
back to the story.
saat gue konsul bersama frau aji, it was awesome. she didn't ask me question, but directly explained it to me. later she said, she knew i absolutely had no idea of what to answer her question. how thoughtful of her...

di tengah-tengah lagi konsul, masuklah frau agustin. masuk-masuk, beliau heboh ngomong sama frau aji tentang dia mau pergi, dan dia males banget karena tempatnya di situ. gue ngga terlalu nangkep maksud dia apa karena frau aji masih ngomong ngejelasin ke gue. tetapi yang paling distract adalah fakta ada orang lagi benerin bangunan di luar. rame seampun-ampun.  suara palu berdentam-dentam, mengusik pendengaran gue yang sedang berkonsentrasi untuk menuliskan apa saja yang frau aji katakan. sampai tiba-tiba frau rina ngomong ke gue.
"kamu sama saya kan hari ini?"
"iya, bu."
"nanti kamu sama saya ...(PANG!) jadi ya. saya ...(PANG!) bisa."

otak gue langsung panik. tadi gue denger kata 'ngga' ga ya? jadi dia ngomongnya bisa apa ngga bisa? jadi apa ngga jadi? yampun tadi frau aji ngomong apa? duh gue belom nulis apa yang tadi dia bilang! jadi gue nanti jadi konsul sama frau agustin? oh itu maksud frau aji...yampun ni dosen pinter banget. oke fokus, tulis yang lo denger. eh tapi tadi bilang apa? bener ga yang gue tulis? nanti gue jadi konsul apa engga sama frau agustin???
so dramatic.

frau agustin berlalu, dan gue masi konsul sama frau aji. akhirnya konsul selesai. gue berpikir untuk pulang, tapi masih ragu karena omongan frau rina. omongan yang ga gue denger. damn.
singkat cerita, gue nunggu beliau, setelah denger kepastian dari mba retno kalo ternyata beliau cuma rapat di gedung sebelah. makan yum yum sama karen dan juju di kantin teuer. akhirnya kesampaian juga ngidam makan ayam kremes cabe ijo! ngobrol-ngobrol, ketawa ketiwi. ngomongin ryan dan bekasi. damn, i miss ryan*kibas bulu mata.
balik ke perpus, ketemu nana, kak rizky, kak aang, firda, sari, apiyong, choro, maknae jjang. ketawa-keatwa ngeledeki nana yang salah nepok anak prancis gara-gara ngira itu apiyong. salah dia lah. dia ngira itu apiyong, hanya karena ngeliat jilbab dan kacamata. hellowh, itu kan deskripsi hampir 80% mahasiswi unj -____-
akhirnya ketemu juga sama frau rina, dan dapet kepastian. ternyata tadi dia bilang 'ngga', saudari saudara...konsul gue pun diundur lagi. yaudalah, yang penting konsul dalam waktu dekat.
diajakin sari buat besok nonton sama murti. mau nonton kingsman, si film sofia boutella. ntar kalo mood, gue tulis deh ceritanya besok di sini... :D


oh oh sebelum lupa, ada kabar mengejutkan! mba retno, doi katanya mau married awal maret! selamat ya mbak!!! semoga pernikahannya lancar, menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah :D

have a blast daily life, folks.


regards,
ael.